Selasa, 16 Mei 2017

Keputusan Pendanaan



REVIEW
MANAJEMEN KEUANGAN



Nama Anggota:
Susi Juniarti                         1502030068 
Dwi Rahmawati Rahayu   1502030076 
Anuryatu Sarifah                 1502030089
Ilma Novita Sari                    1502030104
Kurniasih Anwar Solihah  1502030117

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2016




PENDAHULUAN
            Masalah pendanaan merupakan bagian yang sangat penting bagi dunia usaha, karena usaha berkaitan dengan kepentingan banyak pihak, seperti kreditur, pemegang saham, serta pihak manajemen sendiri. Pendanaan dapat berasal dari internal perusahaan dan atau eksternal. Pendanaan internal dapat berupa laba ditahan serta depresiasi. Sedangkan dana yang diperoleh dari sumber eksternal adalah dana yang berasal dari para kreditur, pemegang surat utang (bondholders) dan pemilik perusahaan.
            Dana yang diperoleh dari para pemilik merupakan modal sendiri, sedangkan pemenuhan kebutuhan dana yang berasal dari kreditur merupakan hutang bagi perusahaan. Keputusan pendanaan yang berhubungan dengan penentuan proporsi hutang menjadi penting karena berkaitan dengan kepentingan pemegang saham (pihak principal). Hal ini sejalan dengan teori keuangan modern dinyatakan bahwa tujuan utama perusahaan adalah untuk memaksimalkan kemakmuran pemegang saham (Gitman 2003,15)
            Keputusan pendanaan keuangan perusahaan akan sangat menentukan kemampuan perusahaan dalam melakukan aktivitas operasinya selain juga akan berpengaruh terhadap resiko perusahaan itu sendiri. Jika perusahaan meningkatkan porsi hutangnya (leverage), maka perusahaan ini dengan sendirinya akan meningkatkan resiko keuangan dan konsekuensinya. Sebaliknya perusahaan harus memperhatikan masalah pajak. Untuk itu sebagian manajer tidak sepenuhnya mendanai perusahaannya dengan modal sendiri, tetapi juga disertai penggunaan hutang karena pertimbangan atas manfaat pengurangan pajak yang ditimbulkannya.












KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Teori Miller dan Modigliani
            Inti teori ini adalah tidak ada rasio hutang yang optimal dan rasio hutang tidak menjelaskan nilai perusahaan. Asumsi yang digunakan dalam teori ini adalah tidak ada pajak, tidak ada asimetri informasi, dan tidak ada biaya transaksi.
Agency Theory (Michael C. Jensen dan William H.)
            Menyebutkan bahwa manajemen merupakan agen dari pemegang saham, sebagai pemilik perusahaan (principals).
Trade-off Hypothesis
            Teori ini menyatakan bahwa setiap perusahaan dapat menetukan target rasio hutang (leverage) yang optimal.
Packing Order Theory (Myers dan Maljuf)
            Menyatakan bahwa keputusan pendanaan perusahaan memiliki suatu hirarki. Perusahaan akan lebih cenderung untuk menggunakan sumber pendanaan internal yaitu dari laba ditahan dan depresiasi terlebih dahulu, daripada dana eksternal dalam aktivitas pendanaan.
Pertumbuhan Aktiva
            Menggambarkan bagaimana perusahaan menginvestasikan dana yang kita miliki untuk kegiatan operasi dan invenstasi.
Ukuran Perusahaan
            Merupakan gambaran kemampuan finansial perusahaan dalam suatu periode tertentu.
Profitabilitas
            Merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pada tingkat penjualan, aktiva dan modal.
Risiko Bisnis
            Merupakan salah satu risiko yang dihadapi oleh perusahaan ketika menjalankan operasinya.
Struktur Aktiva
            Adalah rasio yang menggambarkan proporsi total aktiva tetap yang dimiliki perusahaan dengan total aktiva perusahaan.
Struktur Modal
            Yaitu perimbangan atau perbandingan antara modal asing (jangka panjang) dengan modal sendiri. Teori struktur modal menjelaskan adanya pengaruh perubahan struktur modal terhadap nilai perusahaan, kalau keputusan investasi dan kebijakan dividen yang dipegang konstan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Strukur Modal
1.     Tingkat pertumbuhan penjualan
2.     Stabilitas penjualan
3.     Kewajiban deviden
4.     Karakteristik industri
5.     Sikap manajemen
6.     Besarnya suatu perusahaan
7.     Profitabilitas
8.     Pertumbuhan perusahaan
9.     Struktur aktiva
10.  Operating leverage (DOL)
Kebijakan Utang dan Nilai Perusahaan
            Kebijakan struktur modal merupakan keputusan penggunaan sumber dana utang untuk membiayai operasional perusahaan.
Peluang Tumbuh (Potential Growth), Kebijakan Utang dan Nilai Perusahaan
            Peluang tumbuh merupakan gambaran tersedianya peluang investasi yang dapat menghasilkan net present value positif. Semakin besar peluang investasi yang tersedia semakin besar peluang perusahaan untuk menghasilkan keuntungan pada masa yang akan datang.
Metode Penelitian
1.     Variabel penelitian dan definisi operasional
Dalam penelitian ini variabel dependennya adalah sumber pendanaan jangka panjang atau struktur modal. Variabel independennya adalah pertumbuhan penjualan profitabilitas, struktur aktiva dan operating laverage.
2.     Populasi dan sampel
Populasi yang digunakan adalah seluruh perusahaan manufaktur yang go public, yang terdaftar di BEI sampai dengan tahun 2009. Sampel dalam penelitian ini adalah 49 perusahaan diambil secara purposive sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.
3.     Penumpulan data
Didasarkan pada data laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan bersumber dari jurnal Indonesian Capital Market Directory (ICMD), JSX Statictic.
4.     Analisis data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan uji statistic.








PENUTUP
Suatu perusahaan sebelum melakukan keputusan pendanaan sangat perlu untuk memperhatikan mengenai pengaruh perubahaan struktur modal terhadap nilai perusahaan. Teori struktur modal menjelaskan apakah ada pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan, jika keputusan investasi dan kebijakan dividen dipegang konstan. Jika perusahaan mengganti sebgaian modal sendiri dengan hutang apakah harga saham akan berubah atau sebaliknya apakah harga saham akan berubah. Struktur modal yang dapat memaksimalkan nilai perusahaan adalah struktur modal terbaik.
Setiap modal yang digunkan selalu mempunyai biaya dan keunggulannya sendiri. Jika suatu perusahaan menggunakan hutang sebagai sumber terbesar pendanaannya maka akan menguntungkan perusahaan dalam hal mengurangi pajak yang pada akhirnya meningkatkan nilai perusahaan namun, sebagai kelemahaannya hutang akan meningkatkan risiko berupa kebangkrutan bagi perusahaan.
Perusahaan yang tidak menggunakan leverage dan perusahaan yang menggunakan leverage 100% adalah perusahaan yang buruk. Sedangkan keutusan yang terbaik adalah diantaranya yaitu dengan mengkombinasikan modal sendiri dengan dana hutang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar