REVIEW
MANAJEMEN
KEUANGAN
Nama
Anggota:
Susi Juniarti 1502030068 Dwi Rahmawati Rahayu 1502030076
Anuryatu Sarifah 1502030089
Ilma Novita Sari 1502030104
Kurniasih Anwar Solihah 1502030117
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2016
PENDAHULUAN
Masalah pendanaan merupakan bagian
yang sangat penting bagi dunia usaha, karena usaha berkaitan dengan kepentingan
banyak pihak, seperti kreditur, pemegang saham, serta pihak manajemen sendiri.
Pendanaan dapat berasal dari internal perusahaan dan atau eksternal. Pendanaan
internal dapat berupa laba ditahan serta depresiasi. Sedangkan dana yang
diperoleh dari sumber eksternal adalah dana yang berasal dari para kreditur,
pemegang surat utang (bondholders) dan pemilik perusahaan.
Dana yang diperoleh dari para
pemilik merupakan modal sendiri, sedangkan pemenuhan kebutuhan dana yang
berasal dari kreditur merupakan hutang bagi perusahaan. Keputusan pendanaan
yang berhubungan dengan penentuan proporsi hutang menjadi penting karena
berkaitan dengan kepentingan pemegang saham (pihak principal). Hal ini sejalan
dengan teori keuangan modern dinyatakan bahwa tujuan utama perusahaan adalah
untuk memaksimalkan kemakmuran pemegang saham (Gitman 2003,15)
Keputusan pendanaan keuangan
perusahaan akan sangat menentukan kemampuan perusahaan dalam melakukan aktivitas
operasinya selain juga akan berpengaruh terhadap resiko perusahaan itu sendiri.
Jika perusahaan meningkatkan porsi hutangnya (leverage), maka perusahaan ini
dengan sendirinya akan meningkatkan resiko keuangan dan konsekuensinya.
Sebaliknya perusahaan harus memperhatikan masalah pajak. Untuk itu sebagian
manajer tidak sepenuhnya mendanai perusahaannya dengan modal sendiri, tetapi
juga disertai penggunaan hutang karena pertimbangan atas manfaat pengurangan
pajak yang ditimbulkannya.
KERANGKA TEORITIS DAN
PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Teori Miller dan Modigliani
Inti teori ini adalah tidak ada
rasio hutang yang optimal dan rasio hutang tidak menjelaskan nilai perusahaan. Asumsi
yang digunakan dalam teori ini adalah tidak ada pajak, tidak ada asimetri
informasi, dan tidak ada biaya transaksi.
Agency Theory (Michael C. Jensen dan William H.)
Menyebutkan bahwa manajemen
merupakan agen dari pemegang saham, sebagai pemilik perusahaan (principals).
Trade-off Hypothesis
Teori ini menyatakan bahwa setiap
perusahaan dapat menetukan target rasio hutang (leverage) yang optimal.
Packing Order Theory (Myers dan Maljuf)
Menyatakan bahwa keputusan pendanaan
perusahaan memiliki suatu hirarki. Perusahaan akan lebih cenderung untuk
menggunakan sumber pendanaan internal yaitu dari laba ditahan dan depresiasi
terlebih dahulu, daripada dana eksternal dalam aktivitas pendanaan.
Pertumbuhan Aktiva
Menggambarkan bagaimana perusahaan
menginvestasikan dana yang kita miliki untuk kegiatan operasi dan invenstasi.
Ukuran Perusahaan
Merupakan
gambaran kemampuan finansial perusahaan dalam suatu periode tertentu.
Profitabilitas
Merupakan
rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pada tingkat
penjualan, aktiva dan modal.
Risiko Bisnis
Merupakan
salah satu risiko yang dihadapi oleh perusahaan ketika menjalankan operasinya.
Struktur Aktiva
Adalah
rasio yang menggambarkan proporsi total aktiva tetap yang dimiliki perusahaan dengan
total aktiva perusahaan.
Struktur Modal
Yaitu
perimbangan atau perbandingan antara modal asing (jangka panjang) dengan modal
sendiri. Teori struktur modal menjelaskan adanya pengaruh perubahan struktur
modal terhadap nilai perusahaan, kalau keputusan investasi dan kebijakan
dividen yang dipegang konstan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Strukur Modal
1. Tingkat
pertumbuhan penjualan
2. Stabilitas
penjualan
3. Kewajiban
deviden
4. Karakteristik
industri
5. Sikap
manajemen
6. Besarnya
suatu perusahaan
7. Profitabilitas
8. Pertumbuhan
perusahaan
9. Struktur
aktiva
10. Operating
leverage (DOL)
Kebijakan Utang dan Nilai Perusahaan
Kebijakan struktur modal
merupakan keputusan penggunaan sumber dana utang untuk membiayai operasional
perusahaan.
Peluang Tumbuh (Potential Growth), Kebijakan Utang dan
Nilai Perusahaan
Peluang tumbuh merupakan
gambaran tersedianya peluang investasi yang dapat menghasilkan net present
value positif. Semakin besar peluang investasi yang tersedia semakin besar
peluang perusahaan untuk menghasilkan keuntungan pada masa yang akan datang.
Metode Penelitian
1. Variabel penelitian dan
definisi operasional
Dalam
penelitian ini variabel dependennya adalah sumber pendanaan jangka panjang atau
struktur modal. Variabel independennya adalah pertumbuhan penjualan profitabilitas,
struktur aktiva dan operating laverage.
2. Populasi dan sampel
Populasi
yang digunakan adalah seluruh perusahaan manufaktur yang go public, yang
terdaftar di BEI sampai dengan tahun 2009. Sampel dalam penelitian ini adalah
49 perusahaan diambil secara purposive
sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.
3. Penumpulan data
Didasarkan
pada data laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan bersumber dari jurnal
Indonesian Capital Market Directory
(ICMD), JSX Statictic.
4. Analisis data
Analisis
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan uji statistic.
PENUTUP
Suatu perusahaan sebelum melakukan keputusan pendanaan
sangat perlu untuk memperhatikan mengenai pengaruh perubahaan struktur modal
terhadap nilai perusahaan. Teori struktur modal menjelaskan apakah ada pengaruh
struktur modal terhadap nilai perusahaan, jika keputusan investasi dan
kebijakan dividen dipegang konstan. Jika perusahaan mengganti sebgaian modal
sendiri dengan hutang apakah harga saham akan berubah atau sebaliknya apakah
harga saham akan berubah. Struktur modal yang dapat memaksimalkan nilai
perusahaan adalah struktur modal terbaik.
Setiap modal yang digunkan selalu mempunyai biaya dan
keunggulannya sendiri. Jika suatu perusahaan menggunakan hutang sebagai sumber
terbesar pendanaannya maka akan menguntungkan perusahaan dalam hal mengurangi
pajak yang pada akhirnya meningkatkan nilai perusahaan namun, sebagai
kelemahaannya hutang akan meningkatkan risiko berupa kebangkrutan bagi
perusahaan.
Perusahaan yang tidak menggunakan leverage dan perusahaan
yang menggunakan leverage 100% adalah perusahaan yang buruk. Sedangkan keutusan
yang terbaik adalah diantaranya yaitu dengan mengkombinasikan modal sendiri
dengan dana hutang.
